KONTAK BARU : Call/Sms 083869817074 / 081252456811 Wa: 083869817074 BBM PIN: D062A1A1

JENIS JENIS OBAT JAMUR KULIT DI APOTIK TERKEMUKA

JENIS JENIS OBAT JAMUR KULIT DI APOTIK TERKEMUKA-Ada banyak pilihan obat jamur kulit di apotik yang dengan mudah bisa Anda beli. Memang tidak semuanya bisa Anda peroleh karena sebagian memerlukan resep dokter. Jenis obat yang bisa dengan mudah Anda dapatkan tanpa resep dokter. Adalah obat jamur krim atau salep dengan berbagai merek dagang. Seperti yang sering kita kenal dari banyaknya iklan-iklan di TV ataupun media lainnya. Adapun obat resep, lebih bervariasi lagi. Namun umumnya untuk obat jamur kulit yang berbentuk tablet. Dengan label pada kemasan berupa bulatan merah dengan huruf K di tengahnya.

Mengenal Jenis-Jenis Jamur Kulit
Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat jamur kulit, maka sebaiknya Anda pastikan terlebih dahulu apakah Anda benar-benar mengalaminya. Untuk itu, pahami terlebih dahulu bentuk-bentuk dan ciri-ciri infeksi jamur pada kulit. Dalam dunia medis, infeksi jamur kuku disebut dengan Dermatomikosis. Merupakan infeksi jamur yang terjadi di permukaan tubuh kita. Yang tidak hanya menyerang kulit tubuh tetapi juga kulit kepala dan kuku. Baca juga cara mengobati keputihan berwarna kekuningan.

Infeksi jamur umumnya ditandai dengan:
  • Bercak bersisik, kulit berubah warna (pink, putih, atau warna cokelat)
  • Rasa gatal di daerah yang terkena, terutama ketika berkeringat
  • Daerah yang terkena (lesi) perlahan tumbuh menjadi melebar
  • Rambut atau bulu kulit menjadi rontok.
Obat Jamur Kulit Krim Non-Resep
 
1.Clotrimazole dan Miconazole
 
Obat jamur kulit paling ampuh ini bekerja dengan cara menghambat biosintesis ergosterol dan sterol lainnya. Sehingga dapat merusak membran sel jamur yang membuat elemen intrasel jamur menjadi bocor dan akhirnya mati. Digunakan untuk mengobati tinea pedis, tinea cruris, dan tinea corporis. Umumnya digunakan sehari dua kali selama 4 minggu. Hasilnya dapat dilihat setelah 2 minggu pemakaian. Efek samping berupa rasa panas pada kulit dan iritasi ringan.

2.Terbinafine Hydrochloride
 
Bekerja dengan cara menghambat epoxidase sehingga sel jamur menjadi kekurangan ergosterol yang menyebabkan kematian sel jamur. Obat jamur kulit krim ini digunakan untuk mengobati kutu air, tinea cruris, dan tinea corporis. Umumnya digunakan pada area yang sakit sebanyak dua kali sehari. Efek samping yang sering muncul berupa iritasi kulit, rasa panas, dan kulit kering.

3.Tolnaftate
 
Meskipun belum diketahui dengan pasti bagaimana mekanisme obat ini. Namun zat yang terkandung didalamnya diketahui akan merusak hifa dan misela yang berperan dalam pertumbuhan jamur. Obat jamur kulit ini tidak hanya untuk mengobati tetapi juga dapat mencegah jamur kulit. Digunakan langsung pada daerah kulit yang terkena sebanyak dua kali sehari setelah kulit dibersihkan dan dikeringkan. Pengobatan efektif akan didapat pada penggunaan 2 sampai 4 minggu. Dan terkadang memerlukan waktu 4 hingga 6 minggu pada beberapa pasien.

4.Butenafine Hydrochloride
 
Memiliki cara kerja yang sama dengan Terbinafine, digunakan untuk mengobati jamur kutu air, jamur di selangkangan, dan kurap. Cara penggunaannya langsung dioleskan pada kulit yang terserang jamur sebanyak dua kali sehari selama empat minggu. Untuk jamur di selangkangan dan kurap cukup digunakan sekali sehari selama dua minggu sesuai petunjuk dokter.

5.Ketoconazole
 
Ketoconazole Adalah anti jamur azol turunan imidazole sintesis. Obat ini bekerja dengan menghambat kerja enzim sitokrom p450 pada membran sel jamur. Sehingga mengganggu sintesa ergosterol yang merupakan komponen penting dari membran sel jamur. Dengan mekanisme kerja seperti ini, ketoconazole dinobatkan sebagai obat jamur kulit paling ampuh. Karena bisa mengobati semua jenis infeksi jamur kulit, seperti kurap, kutu air, panu, dan sebagainya.

Diberdayakan oleh Blogger.